Minggu, 09 Mei 2010

"Pencarian dan Penantian"


Detik demi detik..
Waktu demi waktu..
Hari berganti bulan,..bulan berganti tahun….
Selama itu hawa dan adam dipisahkan di bumi, jauh dan berbeda ruang, saling mencari, dan saling merindukan.
Waktu yang sekian lama, ketabahan yang tak terbayangkan, mereka pun akhirnya dipertemukan dengan seutas tali benang merah dan gejolak rindu yang teramat dalam.

Akhir adalah sebuah kebahagiaan, akhir adalah tonggak dari sebuah penantian, akhir adalah kerinduan yang terhempaskan.
Aku seperti hawa, diciptakan untuk sang adam, yang tidak tahu siapa gerangan dirinya. Aku seperti hawa, tercipta untuk menjadi penenangnya dan pelipur laranya. Aku seperti hawa, aku mencarinya, aku merindukannya, dan aku menantinya.
Di waktuku, di dekatku, jauh di dalam hati yang tidak bisa aku temukan, aku merasakan bahwa Adamku berada di sini. Aku merasakan dia berada dalam ruang yang sama denganku. Aku merasa dia didepanku, sejengkal di hadapanku, terasa ada di sebelahku. Mungkinkah dia adalah Adamku?? Mungkinkah dia adalah orang yang harus aku temukan???
Namun, mengapa dia tidak melihatku?? Mengapa dia tidak menatapku penuh dengan arti??? Mengapa dia mengabaikan kehadiranku???
Apakah….bukan dia, ya Allah??? Apakah…Adamku bukanlah dirinya??? Dimanakah sebenarnya…Adamku berada???

5 m hati ini di sapa seorang adam yang lain, 10 m hati ini pun juga dikerling adam yang berbeda. Mereka mencari hawanya, dan mereka mencari tahu apakah diriku adalah hawa yang diciptakan untuk dirinya.
Aku tidak mengerti, aku sungguh tidak mengerti. Kau letakkan sebuah jiwa dalm sukmaku, rasa cinta, sayang, rindu, peduli, mengasihi dan dikasihi, Kau tanamkan dalam jiwa ini. Kau ciptakan jiwa yang selalu bergetar ketika rasa itu datang dan merasuk ke dalam seluruh persendianku. Engkau Yang Maha Memutar Hati, Engkau Yang Maha Menenangkan Jiwa, Engkau pastilah mengerti betapa pilunya ketika rasa itu tiba tetapi tidak tahu harus memberikannya kepada siapa.
Benarkah ini nafsu cinta? Benarkah ini sayang yang salah? Benarkah ini zina hati?? Apakah aku telah mengotori hakikinya cinta dan sucinya hati???
Aku tidak mengerti…dan ini sulit aku pahami…

5 meter, 10 meter di dekatku, tatapan mata yang berdalih dari pandanganku. Dia, dirinya, dan Ia…Beberapa aku melihatnya dengan logika dan ku keduakan hati. Satu, yang ku rasakan kahadirannya dalam hati, dan termatikan logika berpikir normalku. Siapa sebenarnya Adamku….Dan bagaimana aku menemukannya….
Apakah aku harus diam saja…apakah ini berarti diam lebih baik…??
Allah..kapan Kau ijinkan kami mengakhiri pencarian dan menyudahi penantian ini….
Aku menunggu kuasaMu…

2 komentar:

Yuda mengatakan...

Ketika murid siap, guru akan datang..!Tenang aja Bukos..Bukan kapannya, tapi bersibuklah untuk mempersiapkan diri menerima anugerah itu!

de.arind mengatakan...

hmmmm...sibuk belajar masak, sibuk simulasi ngemong suami, sibuk simulasi ngemong anak...
waaaaahhhhhh....
so swiiiiitttt...hahahaha